post-high school reminiscence

it’s 2.30AM-ish and here I am blogging from Salzburg (not that the location matters, I just feel like typing the word “SALZBURG” actually).

and as usual, whenever I have trouble sleeping and I don’t feel like thinking much, I always go on Facebook to check out on people’s pictures (GUILTY PLEASURE NOTED). tonight is no different, I’ve just finished going through pictures of people I went to high school with. (admit it, it’s fun)

the last time I saw most of them was 2 years ago and GOD, HOW THEY’VE CHANGED!
Mostly for the better ;)

it’s amazing to see how they’ve evolved from high school kids into these med/engineering/accounting/art, etc etc etc students. How different they look now.

hmm, I’ve changed a lot too.

FIVE years ago I was this emo kid from Bandung with a super ugly asymmetric pixie hair (I’m still blaming this dude in Roger’s Walter Mongonsidi for ruining the cuts, making my first semester filled with insecurities over a bad haircut -it was hideous, I’m not overreacting). was having quite a hard time adjusting to new school (first year at Labsky was a living hell), new crowds, new lifestyle, new city, new family. wasn’t exactly the most popular kid, but I think I was quite notoriously known for my emo-ness and my reputation as “the girl who dismissed her first desk mate because she thought her desk mate was a weirdo, little did she knew, everyone thought she’s a bit weird too” (lesson learnt: one mistake lead to another unfortunate events that could overshadow the rest of your high school life —>FML).

FOUR years ago I was this kid who got accepted in science major and then turned the offer down (like a boss) and chose to specialize in social science major. that was the best decision I took in high school. life was great, except for an unfortunate week of torturous mandatory military camp that burnt my face in half (no kidding. this happened), my skin was light (normal) from eye to the forehead and BLACK from nose to chin. the recovery was painful as the medication gave me acnes instead. FML. nevertheless, academically speaking…straight As, baby, straight As. and socially, I wasn’t the nerdiest kid at school. good enough, good enough.

THREE years ago I was a senior who often skipped PE class (for an early lunch at the canteen), afternoon prayers (for a relaxed nap in the air-conditioned chapel or library) and sometimes gamelan class (for a late afternoon chit-chat/gossip in the mosque). friendship was going strong with best friends, so life was awesome. the only drama that happened was only a small misunderstanding over a Facebook status and a rant post on my blog. it was actually kinda ugly, but whatever, I could be pretty hateable for some people, unfortunately. anyway, despite the flying colours, I had no idea what I wanna do in my life/for university. pretty much doomed.

TWO years ago I almost didn’t graduate high school because I was hospitalized for a week during the national exams (“awesome” job, body, “awesome” job). fortunately managed to finish the make up exams. hallelujah. almost flunked religion practical exam because I didn’t know what to say during the corpse prayers and cried during PE/basketball exam because I couldn’t score 10 successful shoots within 60 seconds (laugh as you want). turned down an offer from FE-UI because 95%-I didn’t want to be stuck studying something I don’t like for the next 4 years and 5%-I just wanted to rebel against the family hahaha. that decision caused a massive “turmoil” among the teachers and of course, my oh-so-serious-big family. was chosen as a valedictorian, and successfully messed up my speech due to the lack of preparation. not to mention blue soft-lenses malfunction. yeah for finishing high school with disgrace!

ONE year ago I was faced with the inevitable task of choosing university after taking a gap year in Canada.

looking back at my life in high school, I enjoyed it… but thank God, it gets better now.

XI IPS 1!

Hhm.
Udah 4 tahun yang lalu aja.

XI IPS 1!

Hhm.
Udah 4 tahun yang lalu aja.

the power of putih-abu EPISODE 1

seperti yang sudah pernah dijanjikan, gue akan menceritakan awal mula kehidupan SMA gue. bagaimana ceritanya gue end up di labsky sampe tiga tahun.ini juga bagian terakhir dari in memoriam: high school gue.

there’s always a first time in everything we do, tsaaaah…

tiga tahun gue di labsky pun diawali dengan sebuah hari pertama yang diberi nama masa orientasi siswa, a.k.a MOS.

dari awal gue sebenernya benci banget sama hari-hari plonco-plonco begini. idih, orang sama-sama bayar dan ikut tes masuk juga, enak aja main dibentak-bentak. nah, mungkin doa gue ini didengar tuhan, jadinya aja pas hari meeting sebelom mos dan di hari mos ini gue sakit! YES! AHA!

gue flu berat, sampe ga bisa bangun saking kepala pusing. nah tapi ya brubung gue anak baru di jakarta (kan sebelomnya sekolah di bandung) dan gue gak kenal siapa-siapa di sekolah itu, ya udahlah ya emak gue dateng deh ke sekolah, ngadep ke kepala sekolah/wakilnya buat bilang kalo gue sakit jadi gak masuk dan nanyain ada gak plonco-ploncoan gitu. nah katanya si bapak wakil kepala sekolah, katanya gak ada.

jadi pas hari ketiga, gue udah mulai agak baikan. ya, gue dateng deh ke sekolah. sekedar info, gue dateng dengan penampilan sebagai berikut:
• rambut panjang sebelah, kanan gondrong kiri cepak a la emo-emo gitu pokonya —-> ini semua gara-gara salah potong rambut
• pake kacamata frame item tebel.
• pake gelang dari sikat gigi 6 biji, 3 kanan 3 kiri—-> gara-gara emak yang mendukung, berubung dia bilang “kan sekolahnya gaul”
• seragam putih-abu
• sepatu vans putih item solnya warna pink
• kaos kaki garis-garis item pink

singkatnya, penampilan gue di hari itu cukup menantang.

dan berubung sekolahnya masuk jam 7, ya gue dateng jam 6.30 lah ya. sekedar catatan, gue gak bawa HP karena kata emak gue, “jangan bawa HP kak, ntar kamu mencolok di antara teman-teman kamu” dan gue pun gak bawa duit karena lagi-lagi kata emak gue, “buat apa, toh kamu gak akan jajan juga. sapa tau anak baru gak boleh jajan” jadilah gue ke sekolah, cuman bawa alat tulis sama buku tulis satu aja. oh dan bekel indomie goreng.

dan gue di-drop emak gue di depan sekolah. dengan tujuan untuk dijemput lagi jam 3.30

anjrit, lama bener nih sekolah dari jam 7 sampe jam 3. pikiran gue.

begitu gue masuk itu gedung sekolahan, gue langsung nyari ruang guru. mau tanya kelas gue dimana kan, sekalian nyari wali kelas gue, bu nur. begitu ketemu bu nur,

gue: bu, saya nindyani, baru sembuh. baru masuk hari ini.
bu nur: (ngeliatin gue dari atas sampe bawah, feeling gue langsung gak enak) kamu, gak pake atribut apa-apa?
gue : hah? enggak. abis katanya langsung belajar-mengajar…jadi sekarang saya ngapain nih?
bu nur : oh ok. hmm, kamu telat sih, tapi ayo ikut ibu.

terus bu nur nganter gue ke hall dan di dalem hall itu, isinya cowok-cowok botak dan cewek-cewek berpita macem-macem, pake nametag. beberapa lagi main basket, sisanya duduk nonton.

ANJRIT, ADA MOS, JING! OKE, MAMPUS GUE! GUE MAU PULANG SEKARANG!

gue langsung mual. sumpah ini pengkhianatan besar-besaran. gue langsung menyadari, dengan penampilan gue yang seperti sekarang ini, gue adalah sasaran super empuk, daging sapi kobe kalah empuknya sama gue. matilah, dan tak ada handphone, tak ada uang, gue akan stuck di sini. let’s see apakah gue bisa keluar hari ini hidup-hidup. gue langsung duduk di samping anak-anak berpita-pita. main basketnya selesai, neraka pun dimulai.

kakak kelas #1: baris sesuai kelas masing-masing!
kakak kelas #2 : cepetan!gak pake lama!

ya gue pun masuk ke barisan kelas gue, XE, yang pastinya di barisan paling ujung. sambil gue jalan, satu angkatan dan kakak kelas ngeliatin gue. gue pasti mati.

kakak kelas #1 : yang seragamnya gak lengkap, maju ke depan, (nunjuk gue) ELO JUGA!

mampus lo, nin.
gue pun maju ke depan, ada beberapa anak juga yang maju, ada yang pitanya gak lengkap, gak pake nametag, seragamnya salah, tapi tetep paling wow gue dong, gak beratribut, pake gelang, dan lain-lain.

kakak kelas #1 : elo, pake gelang maksud lo apa sih? mau nyolot lo? MAU NYOLOT LO, HEH?
gue : (ngeliat ke mata dia) oh, gak boleh ya? maaf deh (nyabutin gelang-gelang dan masukin ke kantong) nih, udah gak pake.———> SUMPAH INI NYOLOT ABIS.
kakak kelas #1 : atribut lo mana???????
gue : maaf kak, saya baru masuk hari ini.gak tau kalo ada mos, abis kemaren pas ibu saya ke sini katanya udah langsung belajar-mengajar
kakak kelas #2 : kata siapa?
gue : pak wakil kepala sekolah.
kakak kelas #3 : siapa namanya?
gue : hmmm. kalo gak salah pak irsan
kakak kelas #2 : pak risang kali.
gue : (damn, lagi-lagi emak gue salah nama!) oh iya, itu maksudnya.

karena alesan gue lumayan meyakinkan, gue langsung disuruh tunggu di hall aja, gak ikutan sama anak-anak lain yang salah baju dan pada disuruh push up, gak ikutan juga sama anak lain yang digiring ke lapangan. gue disuruh duduk di situ aja, lalu datanglah bapak-bapak gendut, yang belakangan diketahui adalah pak edy, wakil kepala sekolah yang satu lagi. tapi sumpah gue gak tau waktu itu dia siapa.

ternyata pak edy (TPE) : ini siapa ini, kenapa gak pake atribut kamu?
gue : gak tau sih pak kalo ada mos. baru masuk hari ini.
TPE : kok bisa gak tau? memangnya gak nanya?
gue : waktu kemaren ibu saya tanya ke pak risang, beliau bilangnya udah proses belajar mengajar.
TPE : (nadanya mulai naik) ya ini kan bagian dari belajar mengajar!
gue : ya maaf, saya kan gak tau…
TPE : kamu ini gak kenal siapa-siapa apa di sini?
gue : enggak. kayanya saya satu-satunya yang dari smp saya deh.
TPE : di mana smp kamu?
gue : taruna bakti. di bandung.
TPE : oh kamu siswa mutasi toh….
gue : hah? ya bukan lah!
TPE : (nadanya naik lagi) lho, kamu dari bandung kan?
gue: iya
TPE (nadanya emang tinggi) YA ITU NAMANYA SISWA MUTASI!!!!
gue : oh iya deh iya, mutasi deh mutasi…
TPE : ya terus, kamu bisa masuk sini gimana caranya?
gue : ya ikut tes lah pak! —> sumpah ini nyolot abis
TPE : YA KALO GITU NAMANYA BUKAN MUTASI DONG!!!!GIMANA SIH??
gue : LOH, TADI KAN SAYA JUGA BILANG BUKAN MUTASI!! —> nyolot part.2

terus si pak edy ini ngira gue boong pas bilang ibu gue udah ngadep pak risang, jadi akhirnya dia nyuruh gue didampingi sama kakak kelas bernama kak dior, buat ngadep ke pak risang, sekedar konfirmasi. pak risang terus mengonfirmasi kalo emang ibu gue udah ngadep ke dia, dan pas si kak dior bilang ini ke pak edy, sumpah ekspresi dia, PRICELESS!

singkat cerita, hari itu dilewati dengan gue yang dibentak tiap kali lewat depan kakak kelas, dan gue mesti menceritakan awal mula kenapa gue bisa gak ber-atribut, dan begitu aja seterusnya seharian. lalu datanglah jam makan. makan komando lebih tepatnya, itu lho, makan yang diitungin waktunya, 20 itungan mesti abis. gue duduk di paling depan, secara udah gak ada seat lain. baru aja gue mau ngambil mie goreng gue, tiba-tiba cobaan berikutnya dateng, ada kakak kelas ngetok pintu kelas gue,

kakak kelas unknown tapi ganteng (KKUTG): ada yang namanya nindyani gak?
gue : (oke, mau diapain lagi nih gue) i-iya kak, saya.
KKUTG : (senyum) nih, titipan dari nyokap lo.
gue : oh, makasih ya.

gue terus duduk lagi. mampus apaan nih, dan ternyata itu adalah McDonald’s!

WHAT THE F? adooooh, emak gue!!!!!
dan di dalem plastiknya ada notes pendek:

kak, sorry ibu lupa kamu gak bawa uang dan gak bisa jajan.
ini dibeliin McD ya, biar gak kelaperan.
jangan lupa dishare sama temen barunya
selamat belajar, sayang…

terimakasih ibuku, but this is a wrong, a very wrong time!

MATI AJA LO NIN.
isinya si kantong ada double cheese burger, large fries sama coca cola.

itu kantong McD langsung gue umpetin di tas, kayanya gue udah cukup menarik perhatian hari ini. McD di tengah makanan bekal lain (yang diperintahkan bergizi) kayanya akan semakin menyolok. jadi gue langsung makan mie goreng, terus tiba-tiba ada kakak kelas datengin meja gue.

kakak kelas #4: ini (nunjuk indomie) bergizi dari mana?
gue : (dengan ngasalnya) indomie kan mengandung vitamin A dan vitamin B kak.
kakak kelas #4 : masa sih?
gue : ada kok di bungkusnya. —> iya, nyolot.
kakak kelas #4 : bawa susu duka?
gue : gak.
kakak kelas #4 : GAK BAWA???

dan semua kakak kelas langsung menyerbu gue.
lalu gue harus menjelaskan dari awal kenapa gue gak bawa susu duka, kenapa gue gak beratribut, daaaan kenapa indomie itu bergizi 4 sehat 5 sempurna.

lalu, selesai makan. acara lanjut lagi sama bentak-bentakan, pensi kecil-kecilan. (tentunya dan so pastinya gue masih dibentak dan diserbu karena penampilan), lalu salam-salaman kakak kelas dan angkatan. terus gak kerasa udah jam 3.30, begitu bel bunyi, gue pun langsung cabcus, cabcus ke tomodachi dan menunggu jemputan. lalu pulang, dan memakan McD yang tadi gak jadi dimakan saking jipernya.

begitulah cerita hari pertama gue di SMA. gue juga gak tau darimana gue mendadak dapet keberanian nyolot seperti itu hahahaha. hari pertama yang super berkesan, hari pertama yang mengawali kedodolan tiga tahun berikutnya.awal mula gue menjadi part of heksa satria cakrawala dan keluarga besar dari labschool kebayoran.

thank you, labsky untuk semua kenangannya.

the power of putih-abu EPISODE 2

gue membuat postingannya ala starwars yang menghitung mundur. jadi inilah bagian kedua dari tulisan tentang in memoriam: high school. di postingan ini gue cuman bakal me-napak tilas (jaelaaah) perjalanan gue dan kesan-pesan gue dari tiap kelas di SMA.

kelas 1/ kelas 10: XE.
kesan dan pesan: seru, kelasnya kompak, anaknya asik-asik. biar begitu kelas 1 ini penuh perjuangan sekali, acara sekolah yang penuh siksa berasa gak abis-abis. dari mos, datenglah pra to yang bagaikan neraka dunia, lanjut ke to yang cuman sedikit lebih baik daripada pra to. terus dateng lagi pesantren ramadhan, boring. dan terakhir, trip vedca yang gue sama sekali ga tau tujuannya apaan. selain banyak field trip, kelas ini penuh perjuangan nilai, secara semua anak berjuang masuk ipa. gue inget dulu gue sempet jadi satu-satunya anak di kelas yang mau masuk ips.

most memorable moment : well selain mos, gue inget banget pas gue kabur diem-diem dari pesantren karena ngejar pesawat ke amerika. sumpah ini deg-degan banget, yang gue kasih tau cuman bu nur sang wali kelas, jadi gue diem-diem malem-malem pas anak-anak pada tarawih, gue kabur keluar dan masuk mobil jemputan terus sembunyi di bawah. gue juga inget pas gue kabur vedca, lagi-lagi yang gue kabarin cuman bu nur dan pak afdar, gue kabur vedca demi nonton Good Charlotte di Hard Rock Café, Jakarta, gue kepilih jadi 1 di antara 75 orang yang bisa nonton showcasenya gratis dan dapet meet and greet. gak mungkin gue lewatin begitu aja. (kalo dipikir, sering banget gue kabur ya?haha)
tapi sebagai sekelas gue inget banget, pas jaman kita selalu pesen McD/KFC/hot dog/ donat/ hokben kalo ada yang ulang taun dan gue inget banget pas sekelas itu langsung kompak bantuin acha nyelsein 38 seri yang dikasih pak afdar. itu kompak banget loh, I LOVE YOU XE! oh dan gue inget momen ini: bikin website buat sejarah, dan tentunya…

pak asep : karena udah mau uas, saya gak mau kalian bolos-bolos pelajaran saya, kita harus belajar dengan serius.

pak asep ngomong itu hari senin, dan pas hari jumat dia gak ada.

dika : hhm, teman-teman, berubung pak asepnya lagi makan ayam, jadi dia gak masuk hari ini.

kelas 2/ kelas 11: XI IPS 1
kesan dan pesan: masa favorit gue di SMA. gue cinta banget kelas 2 SMA ini, paling santai dari semua kelas, paling seru. mungkin karena gue juga udah bener-bener adaptasi sama kehidupan jakarta. tapi ini kelas sumpah seru abis, gue seneng banget sama komposisi kelas ini, kelas terbaik dan terkompak sepertinya. pas kelas 2, cowok-cowok kelas gue suka tuduh menuduh mandul-gay-homo entah untuk alasan apa. haha. terus pas kelas 2 ini rap in lagi, gara-gara bobby, anak baru dari SMA 55 yang anak polisi dan bisa nge-rap (apa hubungannya anak polisi bisa rap?haha). kelas 2 diawali dengan trip yang bangkai, namanya BINTAMA, semacem latian militer, ya mirip-mirip be a man gitu lah, tapi lebih sangar. BINTAMA itu sengsara deh, tapi trip berikutnya yang seru itu Jogja trip. sangat amat menyenangkan!

most memorable moment : makan terong setengah biji untuk pertama dan terakhir kalinya seumur idup, gue benci banget makan terong dan gue mesti makan itu karena temen semeja gue udah gak kuat ngabisin makanan masing-masing. untung akhirnya gue dibantuin jay, yang mau makan setengah terong. kalo gue mesti ngabisin satu, gue gak tau apa yang akan terjadi. terus, pas pulang BINTAMA dengan keadaan muka belang sebelah dan jadi jerawatan merajalela hasil BINTAMA gue paling parah se-angkatan, gue gak tau kenapa. bikin Persatuan Picik Indonesia Raya bersama acha, sissy dan lito, bikin tato di jogja barengan acha, kelas geografi pak eri yang berisi sumur resapan, biopori, kolam gurame, dan anjuran menikah di usia 21 dengan alasan agar jarak dengan anak dekat. hahahaha terus gue inget waktu dulu bu yuni ngambek karena menurut dia kelasnya gak kompak, sumpah ini jiper abis, nyaris ganti wali kelas. quote of this year:

telor : ya, gini ya bu, ibaratnya dia itu kail, nah kita itu ikan-ikan kecil yang tertarik sama kailnya.

oh dan gue inget, adi dulu bernazar kalo ulangan sejarah dapet di atas 40 dia mau guling-guling di lapangan merah/ lapangan bola. adi dapet 43, dan dia pun guling-guling.

kelas 3/ kelas 12: XII IPS 2
kesan dan pesan : seru, tapi gak se-seru kelas 2 sih menurut gue. mungkin karena sekarang kita udah mulai konsen sama UAN dan ujian masuk universitas. awal mula gue di kelas ini gak terlalu mulus, gue masih bener-bener terbawa suasana nyatunya XI IPS 1 dan gue gak terlalu sreg sama komposisi kelas yang ini, tapi ternyata seru juga. yang bikin seru itu karena terbentuk geng cavet alias geng cowok-cowok yang bersaing dalam memperebutkan nilai terendah dalam ulangan (strange, but funny in some ways). ada upacara pelantikan tuvetnya, dan itu konyol abis. gue adalah sekretaris geng cavet yang tugasnya mencatat nama-nama tuvet baru. haha. di kelas 3 ini sebenernya ada trip ke bali, tapi gue gak ikut gara-gara ada job main gamelan di pembukaan sekaten di Jogja. pas kelas ini gue akhirnya makin deket sama orang-orang yang menjadi sahabat for life! terus di kelas 3 ini, akibat terhasut pergaulan, gue ikutan bimbingan belajar di sesec alias SSC alias Sony Sok Cerdas eh maaf, oke jangan ada yang laporin gue, gue gak mau jadi the next prita, SSC alias Sony Sugema College. bimbelnya cuman jadi saran ague bersosialisasi dan up to date gossip secara gue juga gak meratiin apa-apa selama belajar di sana.

most memorable moment : pak edy diganti pak ujang “maz, solat dulu, maz” subhan! bu yuni nikah dan gue nyetir all the way to utan kayu! terus gue kena demam berdarah pas UAN jadi mesti ikutan UAN susulan, tiga minggu kemudian pas baru sehari beres ujian sekolah/ujian praktek, gue kena typhus dan mesti diopname lagi. nangis di ujian praktek olahraga gara-gara gak kuat dibentak pak edy yang senantiasa membentak lantaran gue gak bisa masukin 15 bola basket ke ring dalam hitungan 60 detik. ikutan SIMAK UI juga lumayan berkesan secara gue ketemu ibnu mubarok.haha. terus prom dan wisuda juga berkesan sih, Sheila on 7 yang tiba-tiba nongol itu WOW abis, kalo pas wisuda yang berkesan itu ya pas gue dan karin maju ke depan buat speech dan we totally blew it up secara gue ngomong super cepet dan karin yang sekedar baca aja. i’m sorry everyone…

berhasil lulus:
alumni/HASTA
kesan dan pesan : merindukan kembali masa-masa berkumpul di SMA, nganggur dan deg-degan nunggu kuliah. kadang ketemu lagi sama temen SMA dan terkaget-kaget melihat penampilan mereka yang sekarang gondrong dan lebih berisi. pindah ke kanada dan membawa buku kenangan Heksakra dan ngerasa bangga dan seneng banget karena buku kenangannya banyak di-compliment orang. merasa kesal setiap kali dapet message facebook di HASTA yang isinya acara berkebun atau turut berduka cita.

most memorable moment
: semua yang berhubungan dengan traveling, mulai dari Amazing Race Part 2 sampe Doyok Trip gue suka semua. yang paling mengharukan tentunya pas gue udah mau berangkat, terus temen-temen gue nongol di bandara. akh sedih.merenungi masa SMA dan rinto attack setiap kali mendengar lagi Sheila On 7 yang Kisah Klasik, melihat foto-foto jaman SMA dan menulis postingan-postingan ini. wow, time flies, dan sebentar lagi saya jadi mahasiswa beneran. ditunggu ya undangan reuninya. sampai ketemu lagi.

thank you labsky, untuk semua kenangannya.

the power of putih-abu EPISODE 3

ah sepertinya gue harus menerima kenyataan kalo orang cina mengisi sekitar 66% dari planet ini. get used to it, nindy. GET F***IN USED TO IT. (just for the record, semua yang gue tulis tentang para McD itu asli dan tidak mengada-ngada). gue harap mereka semua menjalankan keempat saran gue.amin. gue gak tahan sama bau karpet basah pada manusia.haha

anyway, in the mean time, mari fokus ke hal-hal yang (kayaknya) lebih penting.
kemaren gue baru aja nerima offer letter gue yang pertama, dari brock university, plus gue dapet scholarship!

woohooo!!!!!
akhirnya tercapai juga harapan yang bikin dag dig dug der dar der dor ini!

Alhamdulillah Halleluya Amitabha!
AHA!
AHA!

tapi impian gue tetep si University of Toronto, St. George sih.
ayo dong mas george, surat dan duit darimu masih kutunggu lho!
semoga beneran masuk sana! amin amin amin! EYMEN.

berubung kemaren udah terima, gue jadi kepikir tentang masa SMA gue yang kali ini bener-bener akan berakhir. WOW.

gue akan beneran jadi mahasiswa.

aargh, takut.haha.

brubung tar lagi kuliah (padal masih september ntar haha) or dalam rangka menyambut anak-anak kelas 3 SMA di Indonesia yang sebentar lagi juga (mudah-mudahan) lulus, gue mau ber-napak tilas (tsaaaaah) perjalanan kehidupan gue di SMA alias Sekolah Main Aja eh maaf, Sekolah Menengah Atas.

and by SMA, i mean SMA gue yang saya cinta dan banggakan, LABSCHOOL!

yah seperti yang anda tahu (atau tidak *bagi yang tidak, ah kamu pasti pembaca baru ya? HALO!*) gue adalah alumni dari SMA Labschool Kebayoran. bagi yang gak tau sekolah itu ada di mana, gue tidak akan menghina lo dengan pengetahuan jakarta selatan whatsoever, labschool kebayoran alias labsky terletak di jalan k.h ahmad dahlan 14, jakarta selatan. sebelahnya tomodachi, deketnya taman langsat dan pasar mayestik. di lapangan parkirnya ada pohon beringin gede sama panjat-panjatan gitu. sekolah gue-bukannya membanggakan-lumayanlah populer di jakarta.

lo masih gak tau juga sekolah itu sekolah apa dan dimana? sma labschool kebayoran mempunyai alumni sebangsa dimas beck dan marshanda. (ahaha, penting ya, nin -_-)

anyway, back to business. gue di labsky termasuk ke angkatan keenam, Heksa Satria Cakrawala. sepertinya gue tidak terlalu eksis di angkatan, jarang berpartisipasi di party-party angkatan, walaupun sempet beberapa kali jadi panitia acara sekolah-angkatan bangsanya Hunting On The Trip sama Sky Avenue, dan gue sempet jadi panitia buku kenangannya (btw, buku kenangan Heksakra super awesome!).

well di sekolahan juga gak eksis-eksis amat sih kayaknya. gue gak masuk OSIS dan MPK (dengan alasan: males dan takut dibentak-bentak dalam proses jadi OSIS-MPK, prosesnya juga penuh lika-liku sih, ga sanggup gue. padal jas OSIS-MPK itu cukup prestisius.haha). bukan juga masuk ke geng populer, gue masuk eskul kuliner dan gamelan, gak masuk ke eskul yang ‘eksis’ (bangsanya saman, dazzling, gitu-gitu) dan pencapaian tertinggi gue di eskul adalah jadi bendahara eskul kuliner. haha. di SMA bisa dibilang gue cukup low profile (hmm, ya. kayanya sih hahaha), temen gue emang gak banyak, but they’re the best and i love them so much, anak-anak angkatan juga mungkin, mungkin lho ya, tau gue sekedar nama aja, adek kelas dan kakak kelas sih boro-boro deh, cuman beberapa paling yang tau gue. yang jelas, gue emang gak segitu beredarnya, tapi i guess, i like it that way.

mungkin yang tau gue adalah guru-guru, soalnya secara akademik, AHA, gue cukup cemerlang. gue masuk IPS (Ikatan Pelajar Sukses-LIKE THIS!) dengan alasan yang cukup simpel: males ah belajar ipa, toh kayaknya bukan gue yang bakal nemuin obat kanker atau AIDS. yes right, alasan gue gak masuk ipacuman karena gue males aja. maaf, gue gak bermaksud apa-apa untuk lo yang ngidam setengah mati buat masuk ipa dan terpaksa masuk ips, suer. gue masuk ips juga penuh perjuangan kok, nyak-babe gue gak mau gue masuk ips itu karena nilai ipa gue yang gak cukup, jadi tetep aja biarpun masuk ips ini udah idaman dari kelas 4 sd, gue tetep harus ketrima di ipa. dan masuk ipa di labsky bisa dibilang challenging. yak singkat cerita, dengan masuknya gue ke ips ini, keluarga besar dan temen-temennya nyokap gue banyak yang agak meng-underestimate gue, banyak aja lho yang ngira gue goblok. ih, minta diserempet tronton banget sih! yah begitulah, intinya, selain temen-temen gue yang tau gue juga guru-guru.

urusan asmara, ah lupakan saja itu gita cinta dari SMA. hahahaha, tiga tahun di SMA dan gue gak pernah jadian sama cowok (gue juga gak pernah jadian sama cewek, fyi.haha). di SMA pokonya gue gak pernah punya pacar. bukannya gak punya gebetan, BANYAK! hahahaha. dari kakak kelas, seangkatan sampe adek kelas, kalo disuruh tunjuk mana yang oke buat digebet, sih bisa ampe 30 orang kali ya (lebay), bisa bikin kelas dan jurusan sendiri deh, IPG (Ilmu Pelajar Ganteng) haha. bahkan gue pun punya gebetan SMA eternal yang digebet ampe tiga tahun (atau lebih ?)! GOKIL kan. haha, sayangnya semua cuman harapan tak berprospek, i suck at this thing. really. yah, emang mau gimana kalo prospeknya udah mas nicho. *tetep ngarep* hahaha.

lalu, lalu, apakah gue bener-bener diri gue yang sebenernya di SMA? well, i don’t know. yang jelas, gue gak selalu seperti yang orang pikirin tentang gue. banyak yang mikir gue adalah maniak belajar, nilai selalu perfect, serius, tidak ada beban hidup, dan kehidupan sosial.

WOW salah besar!

terus terang, gue suka sekolah tapi gue gak suka belajar. gue suka ilmu pengetahuan dan gue seneng untuk tau tentang semua itu, tapi proses belajar ala “mencatat – menghafal sampai mati semaleman – mengerjakan tugas – mengerjakan ulangan” itu gue gak suka sama sekali. buat gue ilmu pengetahuan itu kayak fun facts di majalah-majalah dan sekolah itu adalah sarana networking dan sosialisasi. dan nilai gue gak selalu perfect, kalopun iya, perjuangan nyampe ke situ itu juga muntah darah gak segampang ngebalikin telapak tangan (lebay. tapi bener).

dan gue, serius? demi apa lo bilang gue serius??? bacalah blog ini terus. gue bisa dibilang adalah orang paling tidak serius yang akan pernah lo temui, lagian ngapain mesti serius sih? bagusan juga darius! *see?* kalo gue serius, blog ini tidak mungkin bisa tercipta, you see, when the world rotates….oke, off topic.

soal beban hidup, wah segudang. beban gue banyak dan berat, seberat berat badanku. haha. tapi prinsip hidup gue adalah…(ayo nyanyikan bersama)…buat apa susah, buat apa susah, susah itu tak ada gunanya! gue pun stress dan panik dan sering mendramatisir, tapi dengan kekuatan the secret, usaha, dan doa, yah akhirnya lewat aja sih.

soal kehidupan sosial? ah kita memang tidak diundang ke pesta yang sama, itu saja.

gue dengan segala ke-pelik-an itu, menikmati masa SMA gue. dari prahara hari pertama MOS gue, kejadiannya panjang. mungkin gue ceritain di postingan-postingan besok aja.

gue menikmati sekali masa-masa gue cabut solat zuhur dengan lari ke kapel (yes, right) atau sekedar sembunyi di bawah meja, masa-masa cabut solat asar dengan cara lari sekenceng-kencengnya begitu bel pulang bunyi, masa-masa gue ngutang sama bapak/ ibu kantin padang (wait, sepertinya gue ada utang 20 ribu yang ampe sekarang belom bayar. shit), masa-masa cabut kelas seni ke mesjid, bergosip di mesjid (yes, right), masa-masa gue cabut lari pagi dan sembunyi di WC lantai 3, masa-masa gue membentuk bakat kepemimpinan gue dengan men-establishkan suatu organisasi ciamik bernama alias PPIR, sampe ke masa-masa gue ikut-ikutan ikut bimbel. Persatuan Picik Indonesia Raya

SMA itu seru.

nikmati selagi bisa.

thank you labsky, untuk semua kenangannya.

ampun bang SAT

so, hari-hari belakangan ini, hidup gue emang dipenuhi oleh berbagai ujian (tsaah edaan…hidup penuh ujian). oh betapa malang nasibku, gue sampe bisa bikin pantun-pantunan (keahlian yang didapet sejak keluar dari rumah sakti sakit) dari situasi ini, oke coba ya:

akhirnya tryout selesai eh, si uan sampai
uan hilang ujian praktek menghadang
ujian praktek berakhir, SAT mampir
SAT pergi, ujian sekolah menghampiri
ujian sekolah pamit, otakku jadi mayit——( haha, mentang-mentang baru solat jenazah)

kemaren ini gue ujian SAT, sebenernya alasan kenapa gue ikutan juga gue gak tau, kayaknya pas daftar gue lagi mabok deh. seriusan, gue mempertanyakan kenapa, why oh why, what was i thinking? what? what?

seinget gue, gue ikutan ini gara-gara perlu buat kuliah (kalo) di singapur, lah, sekarang secara gue udah ditolak juga di singapur (karena kata mbak-mbak representatifnya nilai gue jelek, dia bilang gue monyet, haha gak ding, dia bilang nilai gue yang 8-an gitu pas-pasan karena yang masuk ke sana nilainya 9-10 gitu, si mbak-mbak representatifnya minta dielus pake amplas gak sih?haha), ngapain juga gue ikutan ya?

rajin dan goblok emang sebelas-dua belas.

sebenernya patut disyukuri (atau di-‘sukurin!’[?]) kalo gue gak ketrima di singapur, kalo diterima nih ya taun depan bisa-bisa entar gue dibunuh professor gue, bukan karena kepinteran tapi karena terlalu sinting bikin dia stress haha.

back to business, masalahnya karena gue udah kadung bayar tu tes sompret gue jadi harus ikutan deh. nah, masalahnya lagi, berubung kemaren-kemaren itu gue ‘festival ujian’ gue gak sempet belajar buat si SAT ini, belum lagi minggu lalu pake acara kena tifus dengue itu pula, bikin gue lumpuh seminggu. alhasil, gue baru belajar efektifnya baru pas sehari sebelomnya. cari mati banget, tapi kalo gak gitu bukan nindy hampir mampus namanya!

go go go nindy hampir mampus!


sabtu pagi, belom apa-apa gue udah bangun kesiangan, sebuah pertanda buruk, tapi akhirnya gue berangkat juga dan berkat bang cacik jagoan betawi, gue pun gak telat, malah kepagian. ho ho ho
sampelah gue di JIS (Jakarta International School bukan Janjimu Ilang Sudah- truk banget gitu loh). masuk ke sana udah berasa ke luar negeri aja, bahkan dari pengalaman gue keluar masuk kedutaan aja gak pernah se-poll itu security-nya. baru masuk udah disuru lewat pintu besi muter-muter terus abis itu jalan jauh lagi ke pintu gerbang yang kayak pintu tiket MRT, terus jalan JAAAAAAAAUUUUUUUUUUUUUUUUUHHHH……lagi baru dah sampe ke kantinnya (di depan dikasi tau kalo peserta tes suruh nunggu di kantin sebelom masuk ke kelas). selama jalan ke arah kantin, gue liat kanan-kiri gitu, saking amazenya. norak, norak deh gue, maklum kan anak sekolah nasional, ngeliat pintu kelas yang dari besi sama kaca aja kaget. sepanjang tu jalan kenangan, biarpun gak bergandeng tangan (apa sih?), gue juga mikir betapa gue bisa kurus dengan cepet kalo sekolah di sini. jarak dari gerbang ke kantin aja jauhnya kaya dari sekolah gue ke mayestik. seriusan, jauh pisan. ni sekolah juga gede banget, sekolah gue si labsky kayanya cuman segede tempat parkirnya.

gue bawa buku SAT, karena rencananya gue mau belajar lagi kan sebelom tesnya mulai, tapi sayang sekali rencana ini gagal total, ada 2 faktor kenapa ini kejadian:
1. pas gue sampe di kantin, gak ada yang belajar, pada ketawa-ketawa gitu anak-anaknya. pupuslah semangat belajar, gak pede aja gitu loh kalo gue belajar sendirian.
2. di kantin itu bule-bule ganteng bertebaran, cina-cina (padal mungkin juga jepang korea haha dasar main generalisir aja) cakep berkeliaran. dan tentunya kita seumuran dong, so, hanya orang bodoh yang melewatkan kesempatan laundry mata ini. and, i’m not that stupid (or am i?) gue pun liat-liat pemandangan akhirnya.

gue duduk di kantin sambil liat-liat keadaan sekitar, terus anak sebelah gue ngajak kenalan, namanya josephine anak sma kristoforus, kalo gue gak salah denger, tapi kayanya sih bener, soalnya sampe akhir tes gue sama dia terus dan kalo dipanggil josephine sih nyaut-nyaut aja, brarti bener kan. secara pergaulan, tes SAT ini lebih bersahabat dari simak ui, pas jaman ‘si mirip atun’.

kira-kira jam 8-an gitu, peserta dipanggil suruh masuk. setelah berbagai bla-bla-bla- tesnya mulai jam 9-an. bagian pertama essay, yah gue gak tau sih, cuman kayanya essay gue agak off topic deh, dalam 25 menit gue ngalor-ngidul sampe sehalaman gitu, dan pas gue ngeliat orang-orang seberang gue pada1,5 halaman gitu. mampus

dan kemampusan belom berakhir, tiap kali bagian reading-nya„

‘GILA INI SIH BUKAN UJIAN, TAPI COBAAN’

walaupun gue udah tau, kalo kata-kata SAT tu beneran fresh from the kamus, gue juga udah belajar beberapa kata intelek, tapi gue gak nyangka bakal sebombastis ini kata-katanya. Paragrafnya juga panjang banget sepanjang jalan dari gerbang ke kantin itu, dan kata-katanya sama ngehe-nya. mampus lagi.

‘SERIUSAN INI MAH LEBIH PARAH DARI IELTS’

seolah-olah bangkit dari kubur, tiap bagian matematik,

‘PENCERAHAN’

untung gue produk sekolahan dalam negeri, jadi soal matematiknya masih bisa kehandle biarpun ada beberapa yang gue gak bisa karena gue gak ngerti maksud soalnya apaan. sepanjang ngerjain SAT, gue gak sabar pengen pulang, bukan apa-apa, selain gak sabar gue update di blog, om-om bule yang ngawas ujiannya bau badan parah, tiap kali dia lewat depan gue, gue langsung blank, buset dah bau keringet apa bau wc gue juga gak tau. naga-naganya ni SAT senasib kaya ujian praktek agama, suram. tapi toh ternyata gue gak sendirian, berdasarkan hasil pengupingan, tu anak-anak lain juga kesusahan. ternyata gue gak segoblok yang gue kira.

tuhan, walau aku (kayaknya) kafir, tapi aku mau lulus…

bagi yang dari dulu baca blog gue, sejak jaman wordpressaurus itu, mungkin masih inget kejadian di mana gue tidur selama 17 jam dan orang ngira gue pergi, nginep, sampe ada yang ngira gue meninggal masa haha lebay. tau gak, kejadian LAGI! GILA!
jadi ceritanya kemaren ini, gue pulang ke rumah tante gue (berubung ujian sekolah masih belom beres kan masih numpang dulu) jam 2 siang dengan perasaan berbunga-bunga di mana-mana karena:

“akhirnya uan selesai juga!”
“ujian praktek beres juga!”

yes yes uhuy!
hore!

ya, so akhirnya karena gue seneng, gue jadi ngantuk (kok gak nyambung?). nah berubung gue itu jarang banget ngantuk, kayanya mah gara-gara dari lahir udah imsomnia (gaya pisan, tapi beneran dari kecil aja gue kalo gak dipaksa tidur sama suster gue yang galak mungkin bisa tidur jam 1, sekarang aja kalo dipantengin gue bisa tidur jam 5 pagi.go kill), jadi ya gue manfaatin tidur deh pas jam 3 sore, dan gue baru bangun jam 7 pagi!!
sebenernya kebangun bentar 5 menitan pas jam 7 malem, abis itu wes ewes ewes bablas angine lagi.
gokil
go kill
go kill.

eniwae, si uan ya lumajeng juga lancar sih, paling ngepet ekonomi, paling bisa dikerjain matematik. duh senengnya udah beres, males juga ngerjain uan, capek ngelingkerinnya, mana karena gue gak punya pengapus (seriusan) jadi harus bener-bener gak boleh salah ngelingkerin. kalo salah yaa, relain aja deh.duh mirisnya. beliin gue pengapus dong….
kemaren itu, hari terakhir uan gue, pelajaran geo. di hari itu, gue juga ada ujian praktek agama sama basa jepang.

kayak yang bisa ditebak. gue udah pasti dag-dig duer sama praktek agama. momok dari tk sampe sma. dan you know what apa yang dipraktekin? ya udah pasti baca quran, tapi temennya dong jreng,

SOLAT JENAZAH!

begitu tau ini dipraktekin gue udah bilang sama guru agama gue, boleh gak gue jadi jenazahnya, sayang nasibku malang, gak boleh.hu hu hu, akhirnya terpaksa deh, gue mesti ngapalin solat jenazah. dan secara ya (“secara” is back in kamus gaul lagi ya sekarang), gue ini orangnya dadakan, ya gue baru ngapalin semalem sebelomnya. dan gue baru tau detik itu juga, ternyata tu doa ada feminin-maskulin gitu!!!!beda kelamin beda doa!
astagfiruloh!
bukannya di adepan tuhan sama aja ya katanya?

ya tapi apa boleh buat, demi satu kertas ijazah sma, gue pun menghapal dengan susah payah, mana doanya panjang banget pula.dan gue baru tau ternyata yang dipake ujian versi pendeknya.oh oh. ada 2 part pula doanya
singkat cerita (berasa hikayat), kemaren abis uan gue langsung ke sekolah ikutan praktek, begitu masuk ruangan…

guru agama, sebut aja BJ (BU JILBAB) : ayo, siapa lagi, sekarang?
gue : ya, ya, ya, saya bu..(maju ke depan)
BJ  : ok, 3 jenazah laki-laki yah.
gue : okkaii…(blank, ‘mampus’)..
BJ  : ayo mulai
gue : oh ya ya ya…..ok, bismilah, usoli alaa haazal mayyiti…(blank) arbaa takbirotin….fardu kifayaati lillahi taala
BJ  : ULANG!
gue : usoli alaa haazal mayyiti
BJ  : ULANG!
gue : (apaan sih ngulang mulu) usoli alaa haazal mayyiti
BJ  : ulangi, kamu tu salah!
gue : (diem, mikir ‘jangan bilang, harusnya pake nada-nada pengajian gitu lagi’)…ehm, salah di mana bu?
BJ  : kan 3 mayat laki-laki
gue : ok. terus kenapa?
BJ  : kalo 3 mayat laki-laki apa?
gue : apa? mayat?
BJ  : KAN BEDA SEBUTANNYA BUKAN MAYYITI!!
gue : hah?SEJAK KAPAN???????———> RESPON POL #1 !
BJ  : SEJAK JAMAN NABI LAGI!!!!——-> RESPON POL #2 !
gue : terus, gimana dong?
BJ  : tanya temen kamu, 3 mayat tu apa!
gue : (nengok ke belakang) eh-eh 3 mayat laki-laki apaan sih?
bibil : maytatu! maytatu!

sumpah gue baru tau detik itu juga. lanjut.
setelah survive di niat, surat alfatihah, solawat nabi, doa jenazah part 1 versi pendek, datenglah cerita doa solat jenazah part 2 yang gue udah afalin semalem itu…

gue : allahuma laa tahrimna ajrohum…(blank) wa laa taftinna ba’dahum…..(blank)..(BLANK!)
gue : (mampus gue mampus gue, oh tenang-tenang kata anak2 dibantuin sama BJ)
BJ :..(diem aja)…
gue : (lho? mana bala bantuan?)..ehm lupa bu.
BJ  : duh, 1 bagian lagi..
gue : iya..(udah pasrah)..hhe.hha..hahahahaha (saking stresnya sampe ngakak)
gue : (tiba-tiba dapet wangsit) oh iya! WAGFIRLANA WA LA HUM!!!!!!
BJ  : ULANG DARI TAKBIR KEEMPAT.

-

akhirnya beres juga tu solat jenazah yang nyaris bikin gue bener-bener jadi jenazah. karena udah pasrah sama nilai solat jenazah yang kemungkinan besarnya suram, pas tes baca quran gue bener-bener berharap nilainya bisa pol. ya biarpun skill bacanya pas-pasan, tapi kalo soal hukum membaca, yaa cingcay lah.

yang ngetes bukan si BJ tapi guru agama gue, sebut aja PGA (Pak Guru Agama)

PGA : silakan, selanjutnya
gue : di (manggil adi) ayo giliran kita!
PGA : yak, adi bacanya surat yunus ayat 101, nindy as syura ayat38.
gue : (alhamdulilah, suratnya pendek cuma seayat) ok
PGA : silakan buka alqurannya.
gue : (pas ngebuka) what? oh no.

-

sekedar info, tu alquran ketutup dan pas gue buka isinya dari awal udah huruf arab!!!!!
MAMPUS! gue gak ngerti cara nyari suratnya kalo kaya gini, gue aja gak tau surat as syura tu surat ke berapa. TAMAT RIWAYAT PRAKTEK AGAMA. well, ternyata belom setamat itu, masih
to be continue..

PGA : ketemu gak nin?
gue : (bisik2 ke adi) di, bantuin gue! bantuin gue!
PGA : itu surat ke-42
gue : (bisik ke adi) huruf arabnya 42 yang mana?….(nyari, dibantuin adi).. OH YA INI PAK!
PGA : ok, silakan dibaca
gue : ‘her keteher her keteher’ (ceritanya baca tu surat..)
PGA : tentang apa suratnya?
gue : ciri-ciri orang beriman pak.
PGA : apa aja cirinya?
gue : solat, menafkahkan rezeki, terus…(mampus.gue bener-bener ga tau basa indonya musyawarah)..ehm, berdiskusi?
PGA : musyawarah…
gue : (damn it, musywarah basa indonesianya ya musyawarah!) ya itu dia!
PGA : lanjut ke hukum tajwid yaa..misalkan bacaan ‘blablibluble’ apa hukumnya?
gue : (duh, sial pas yang gue gak tau lagi) ehm mad silah thowilah?
PGA : bukan
gue : silah qosirah?
PGA : bukan
gue : (waduh kok jadi tebak-tebakan buah manggis gini..) wajib muttasil!
PGA : bukan….
gue : berarti jaiz munfasil!
PGA : yak benar.
gue : puji tuhan. eh alhamdulillah…

-

sebenernya gak selesai sampe di situ, masih berlanjut lagi, kira-kira sampe 4 ‘tebak-tebakan buah manggis’ lainnya dan sisanya, mungkin karena kasian, gue mulai dikasi pertanyaan yang agak gampangan dan gue bisa jawab. huff, puji tuhan, eh, alhamdulilah…..

pokonya, pecah deh kemaren ujian praktek agama. i totally blew it. harapan gue jadinya gak muluk-muluk nilai terbaik, yang penting sekarang lulus sma dulu deh. hahaha. duh, bayangin kalo gue sekolah di al azhar atau al izhar atau sekolah islam lainnya, gue jamin gue pasti gak lulus sma. beneran deh.

makanya karena sekarang udah bisa dipastiin kalo kemungkinan 80% nilai praktek gue suram muram durjana gundah gulana, gue bakal abis-abisan di ujian tertulisnya. seenggaknya biar gurunya mikir, “oh, sebenernya anak ini secara teori sangat baik, namun prakteknya kurang”. who knows, sapa tau nilai prakteknya jadi dibagusin (ngarep).

oh ya,

HAPPY MAYDAY!
SELAMET HARI BURUH INTERNASIONAL!

oh, lately i’m so kafir

haha.
so, turned out film kambing jantan gak sebombastis bayangan gue.
anyway, kemaren try out agama dan kemarennya lagi gue belajar agama sampe jungkir balik, dan ternyata soalnya susah aja gitu! haha, seperti yang bisa ditebak gue gak bisa ngerjain dengan lancarnya.

yah, kalo orang-orang punya momok pelajaran matematik, fisika, sejarah, atau olahraga, well, momok gue adalah from the A to G to the A-M-A itu. konyol. tapi sumpah dari tk (seriusan, bukan lebay) pelajaran yang bisa bikin gue mules sampe nangis darah ya si agama itu. takdir memang lebih kejam dari ibu kota (ngemeng apa gue).

so, this is where it all started, jaman tk aja, pas gue masih polos bin bloon, gue udah terintimidasi sama ni pelajaran, masa di rapor tk gue tulisannya

ananda nindya pandai menggambar dan terampil dalam mengerjakan kerajinan tangan.namun, dalam pelajaran agama, khususnya hafalan surat, perlu ditingkatkan karena masih belum lancar bila dibandingkan teman-temannya

ya ampun.hancur sudah harga diri seorang anak tk (lebay).

udah tu kasus satu, tapi ternyata, “permainan” baru dimulai setaun kemudian,jaman sd a.k.a the dark age of pelajaran agama (haha, dibikin pelem aje kayanya), by the way biar si guru-guru agama dapat hidup dengan tenang, namanya dirahasiain aja

kelas 1
bu agama : “anak-anak solat ngadep ke mana?”
gue : (nunjuk tangan, dengan penuh percaya diri) “KE DEPAAN BU GURUU!!!!!”
-tiba-tiba sekelas sepi, gak lama kemudian : HAHAHAHAHAHAHAA
bu agama : (ketawa) “ke kiblat, nak.”

-

kelas 2
pak agama : “siapa yang masih iqro 1?”
-beberapa anak tunjuk tangan
pak agama : “bagus, siapa yang iqro 2?”
-beberapa anak tunjuk tangan
pak agama : “bagus, siapa yang iqro 3?”
-mayoritas tunjuk tangan
pak agama : “alhamdulilah, siapa yang udah lebih dari iqro 3?
-beberapa anak tunjuk tangan
pak agama : “siapa yang udah alquran?”
-cuma 3-4 orang
pak agama : “siapa yang udah khatam?”
-gak ada
pak agama : “siapa yang gak ngaji?”
-satu orang tunjuk tangan.GUE
pak agama : “astagfirullah, les sama bapak aja ya?
gue : “gak ah”

-

kelas 3
bu agama : “coba, andhika, ini tanda apa?
si andhika : ” domah”
bu agama : “pinter, bacanya apa jadinya kalo domah?”
si andhika : “u”
bu agama : (nulis sesuatu melingker2)”nindyani, ini bacanya apa?”
gue : “hah? saya gak tau bu..”

-

kelas 4
temen sekelas, anak soleh : “eh kamu udah afal surat al lahab belom?”
gue : “udah dong!”
temen sekelas, anak soleh : “coba, aku mau denger!’
gue : (wah sialan nih anak,nantangin -dalem ati) “ok, ‘tobat yada abi lahabiw watab..’ ”
temen sekelas, anak soleh minta disentil (pake panci) : “hahahahaha, yang bener ‘tabats’ tauu”

-

kelas 5
bu agama : “orang yang rajin solat, pasti jidatnya bersih”
-di saat yang sama, efek pubertas menyerang, gue pas apes lagi ada jerawat di jidat
temen sebangku, anak sekelas minta digaruk (sama macan) : “hahaha, gak pernah solat!”

-

kelas 6

-pas ujian agama
pak agama : (nunjuk satu halaman) “ayo, kamu baca”
gue : “ehm..eh..bismilah hirohman nirohim….ehm..ah..eh…….(speechless)
pak agama : “ya udah deh kalo gak bisa, kamu afalan surat aja”

ok, that’s embarassing enough. gue juga gak ngerti tu kasus sd masih bisa keinget dengan super detail, mungkin saking traumanya (ciee) dan sampe sekarang pelajaran agama masih menjadi my biggest nightmare. dan di sma ini, gue baru menyadari ternyata gue gak sendirian!
yea!

banyak orang seperti gue di dunia sma ini, ya tuhan terimakasih atas rahmatmu, dunia ini adil! (lebay), selain gue, ada acha sama ririen, yang seiman dalam kekafiran, bersama dalam kesusahan, dan sama-sama mengharap mukjizat tuhan.hahaha

wish me luck di ujian agama.
salam olahraga!

ha ples lima

wah wah ternyata simak ui memang susah, dan gue tidak bohong! sumpah demi mimin binti markonah (siapa pula) simak memang susah dan membuat gue mabuk kepayang, pokonya mah ALAMAK! kesAL sAMa simAK!

waktu pertama kali gue nyampe (kan gue dapet di sma 38, yang setelah gue cari sampe ke ujungkulon, ternyata adanya di lenteng agung), gue udah dengan pd-nya mengira bahwa gue adalah orang yang pertama kali dateng, ya abis, orang tesnya mulai jam 10.30, gue jam 8 udah ada di tempat! emang susah kalo mental juara (apa sih), eh ternyata udah ada yang sampe duluan di sana! gue bukan orang paling pagi :( dan pas gue tanya tu orang, mbak-mbak kacamata, mukanya antara ibunya cinta laura (sutinem) tapi digendutin, atau bagi yang susah bayangin, ya atun (adenya si doel anak sekolah) tapi dikacamatain dia langsung pissed off, mungkin karena gue udah membuang 3 detik dari waktu belajarnya. untuk kemaslahatan dan keamanan negara, kita sebut aja dia si mirip atun (SMA).

gue : hai (nyengir)

sma : hmm (senyum gak interest)

gue : udah lama? (sok akrab)

sma : dari jam enem.

gue : (kaget) hah? pagi amat!

sma : (kesel, agak keras) kenapa emang? jauh rumah gue!

gue :(jiper) oh ya gapapa sih

gue langsung mingkem, terus pindah tempat,ternyata hidup itu berat dan jakarta itu kejam.ooh, belom masuk ui aja udah susah,aduh memang susah jadi abg (anak banyak gosip) jaman sekarang. dan pas gue nengok ke tempat si mirip atun, dia masih belajar dengan tekun. dan gue pun berpesan (dalem ati) semoge elo diterime di ui, tun.

gue terus liat ke kanan dan ke kiri, tapi gak ada pohon cemara, akhirnya gue buka-buka buku, biar dikira belajar. waktu pun berlalu, bel pun berbunyi dan simak pun dimulai.

pertama kali soal dikasih, gue langsung mangap.

mampus, bahasa apa pula ini? angka semua.’ gue (sok) mikir

oh ternyata soal matematik.

gue pun ngamatin soalnya, gak ada yang bisa.

ok, gue pun menskip soal mateMATIka itu, langsung lanjut ke bahasa indonesia sama basa inggris, ngerjain soalnya secepet kilat, setajam silet. sisa waktu yang sejam, gue pake buat nyobain option a b c d e matematik satu-satu, mana yang cocok. gue berasa paling pinter se-indonesia pas satu per satu kejawab, sungguh nyoba option satu satu memang jenius (catatan : jenius dan goblok bedanya tipis)

pas istirahat, gue buka-buka buku lagi, biar dikira intelek.dan ternyata pas dikasih soal yang ips,

WAAAAAAH, INI SIH MENDINGAN GUE HARAKIRI PAKE PENSIL!

ngepet.sama aja susah, kayanya gue kena kutukan si mirip atun. gue gak bisa mikir yang lain, kecuali brad pitt atau nicholas saputra.akhirnya, dengan penuh perjuangan dan jampi jampi humbala humbala eo eo majembe ela-ela (jampi-jampi nembak jawaban buatan gue), gue pun sukses nyelsein soal ipsnya. intinya tu simak emang susah, dan gue jiper gak lulus simak.gue harus lulus, gue harus bisa, karena presiden kita susilo bambang yudhoyono, yang “BERSAMAAA KITAA BISAAAA”.

tapi gimana caranya? di saat penuh bimbang dan bambang itulah, gue inget petuah guru agama.DOA. yeah, kembali bertuhan.

makanya sekarang gue lagi taat bergama, karena katanya guru agama gue, doa itu mempunyai kekuatan yang lebih kuat daripada air susu dibalas air tuba (naon deui).

anyway, sekarang sekarang ini gue lagi kembali bernostalgia sama basa sunda, lantaran (cielah, lantaran boo) di kelas sebelah, ada rani yang emang orang sunda dan dia lagi menyebarkan virus “ayo berbahasa sunda” di kelasnya, brubung tu kelas emag tujuan cabut gue, yaa gue ikut-ikutan deh. cihuy! uhuy! baduy! (ga jelas pisan-ciee pisan)

nah, sekarang, daripada lo semua menyimak bacaan gue yang gak jelas juntrungannya ini, dan gak mungkin ditanyain di ujian negara, mending lo nonton film yang berisi pesan-pesan kehidupan yang penting bin sinting ini:

okey, simak ui-nya besok, dan gue masih belom siap.biarpun kalo simak diundur sampe bulan depan sih tetep aja gue belom tentu siap.abis matematiknya itu loh, susahnya sama kayak susahnya kayang sambil nyanyi ‘aku seorang kapiten’ (padal belom pernah nyoba, ada yang berminat?ditunggu laporannya)

pokonya, besok sih kuasa ilahi aja deh gue.mengharap tangan tuhan dan otak stephen hawking.kalo sampe ketrima di ui, gue udah bernazar mau jadi pacar nicholas saputra, tapi karena temen-temen gue protes, katanya nazar gue keenakan, jadi nazarnya gue ganti jadi yang lebih mulia dikit, yaitu nyumbang ke wwf (wah wah fulusnya).

duh, dag dig dug duer nih perasaannya.sekarang gue mulai deg-degan, bawaannya pengen makan indomie terus, bawaannya pengen tidur, pengen diadopsi brad pitt juga biar ga usah ikut simak (ga ada hubungannya padal), tapi gue sumpah tegang banget simak ui, gila ya bo, ikutan tes masuk universitas peringkat 278 aja gue udah gini, apalagi ikut tes harvard yah?mencret di tempat apa?

eniwei, gue gak sabar hari senin.bukannya apa-apa, gue gak sabar hari senin, soalnya pengen nonton the tudors, pengen liat jonathan rhys meyers.sapa tau tambah pinter.