soap-lobster:

Jakarty City



kabut, membalut kalut. lanjut cemberut, kerap berharap. tidak siap, disergap rindu yang rupanya mengendap-ngendap.

oh, inilah jakarta.

yang buram tapi tak juga suram. entah bejat atau hebat, hasratku merambat.

dari kepala sampai dada.

soap-lobster:

Jakarty City

kabut, membalut kalut. lanjut cemberut, kerap berharap. tidak siap, disergap rindu yang rupanya mengendap-ngendap. oh, inilah jakarta. yang buram tapi tak juga suram. entah bejat atau hebat, hasratku merambat. dari kepala sampai dada.
emaaaaqueen:

dancers by sigitdjatmiko on Flickr.



MATAH ATI. another hal-hal yang bikin gue pengen tinggal di ibu pertiwi. T_T

emaaaaqueen:

dancers by sigitdjatmiko on Flickr.

MATAH ATI. another hal-hal yang bikin gue pengen tinggal di ibu pertiwi. T_T

(Source: facionpicnadh)

youthandallthedudes:

Beta Cinta Indonesia

hal-hal yang bikin gue pengen pulang. T_T
olimesin:

Senja di Kota Jakarta: sepotong matahari dan sebongkah tugu



aku pernah dengar, katanya air mata yang jatuh itu sebenarnya isyarat hati yang juga jatuh ke dalam kolam cinta (#tsaaah), bila memang demikian, berarti aku memang jatuh cinta dengan Jakarta.

olimesin:

Senja di Kota Jakarta: sepotong matahari dan sebongkah tugu

aku pernah dengar, katanya air mata yang jatuh itu sebenarnya isyarat hati yang juga jatuh ke dalam kolam cinta (#tsaaah), bila memang demikian, berarti aku memang jatuh cinta dengan Jakarta.
[Flash 9 is required to listen to audio.]  

Have a safe and pleasant flight”. Begitu kata teman-temanku.
Doa yang pertama sih terkabul (ya kalau tidak terkabul tidak mungkin sekarang aku menulis ini), doa yang kedua tidak sama sekali.

Flightnya benar-benar unpleasant.

Di penerbangan pertama, aku duduk di sebelah keluarga yang kerjanya bertengkar meributkan hal-hal gak penting seperti nonton film apa tidur apa makan. Belum lagi si anak yang duduknya di sebelahku bolak-balik ke toilet, sehingga bolak-balik pula aku harus beranjak dari kursi.

Di penerbangan kedua, aku duduk di seberang keluarga yang baru punya batita. Semalaman dia nangis jejeritan. Gangguan kedua juga datang dari pramugara yang kebaikan, yang selalu saja menyajikan makanan, padahal aku enggan.

Sepanjang perjalanan aku nangis.
Iya nangis. As in, keluar air mata.

Ini kali ketiga aku berangkat merantau, bukan yang pertama. Tapi justru ini keberangkatan yang paling sedih. Gak tau kenapa juga. Yang lalu-lalu, perasaannya datar-datar aja. Kali ini berbeda.

Seperti ada luka yang entah disebabkan apa. Meninggalkan Jakarta belum pernah seberat ini.

Baru kali ini sendiri benar-benar terasa sepi.

[Flash 9 is required to listen to audio.]  

Bersandar - White Shoes and The Couples Company

Tengah malam dan kebingungan. Gak tau juga bingung tentang apa. Tapi bingung.
Ingin makan. Padahal tidak lapar. Tapi ingin makan.
Merasa harus kerja. Tapi apa yang bisa dikerjakan? Materi pekerjaan tidak ada.
Ingin hari beranjak malam. Ah, masih 18 jam lagi!
Enak rasanya kalau ada Roti Edi. Tapi kemana aku harus cari Roti Edi?
Harusnya sudah tidur nyenyak. Cih, kenapa harus mendadak galau begini?
Aku takut gendut. Cuaca belakangan ini membangkitkan nafsu makan yang tidak perlu.
Berisik sekali. Sedang apa orang di kamar atas?
Tengah malam dan bermonolog. Pikiran amburadul. Baguslah, setidaknya ada otak.

jumat malam
dan sendiri di kamar.
kesepian.

kesepian.
dan selalu merasa begitu.

kalaupun pergi ke tempat ramai, selalu kesepian juga.
paradoks.
kesepian di tengah keramaian.
paradoks

teman,
bukannya tidak punya.
tapi saat ini mereka ada kehidupan sendiri
mungkin juga sedang menikmati kesendirian masing-masing

seperti aku.
bedanya, aku tidak menikmati kesendirian kali ini.

tugas sekolah,
bukannya tidak ada.
tapi saat ini rasa-rasanya tidak punya kepandaian, lebih tepatnya ketekunan untuk bekerja
kubiarkan saja rasa malas menang hari ini
semoga saja hanya untuk hari ini.

sudah lewat tengah malam
dan tetap sendiri di kamar,
ditemani dengan semangkuk indomie dan segelas teh,
diiringi lagu ‘Bersandar’ dari White Shoes And The Couples Company

betul, kesepian.
betul, menyedihkan.

lalu aku memikirkan Jakarta
dan ibuku.

biasanya aku nyaman dengan kesendirian
sudah biasa sendiri,
dari dulu juga begitu.

sendiri.
anak tunggal yang tidak dekat dengan sepupu-sepupunya.
sendiri.
satu-satunya orang di rumah saat siang hari, bapak-ibu kerja.
sendiri.
satu-satunya yang matanya terjaga di malam hari, insomnia.
sendiri.
satu-satunya penonton tidak berpacar dan bergerombol di bioskop

sendiri itu sudah sehari-hari.
dan kadang punya esensi kedamaian tersendiri

tapi kali ini, aku benar-benar muak dengan kesendirian malam ini,
dengan kesepian,
yang kali ini membuat kepala sakit dan dadaku sesak

kesepian kali ini,
tidak enak.

RANTAURINTOISME WOY!

belakangan ini gue gak tau kenapa gue jadi moody banget. bukan, bukan PMS (Perempuan Memang Sensi). tapi dikit-dikit sedih, monang, kangen, labil, oh pokonya bawaannya gak tenang. aku seperti bukan lagi diriku yang dulu, diriku yang diliputi keceriaan, canda tawa, suka cita, diriku yang tetap tersenyum di kala musibah menimpa…diriku yang kuat, diriku yang kuat seperti rambo. RAWR!

ooh, apa yang terjadi dengan diriku? apa? apaaaa?
aku pun tak tau.
haha.

anyway, setelah diskusi panjang di dunia 140 karakter bernama twitter, gue bersama sahabat super setia mudah-mudahan ampe mati kita berjaya (SSSMMAMKB ato disingkat lagi S32MAMKB) bernama marsha alias acha yang sekarang pun sedang berguru di negeri kangguru dan konon menderita dari sindrom yang sama (btw, pinter ya dia, mau berguru? negeri kangguru lagi *ucapin a la “mau kuliah?BSI aja lagi”*) sepakat untuk memberi nama sindrom ini sebagai…

(sound effect: jeng jeng dung dung pak dung dung pak..tenenew new new psiu psiu)

RINTO.

diambil dari nama penyanyi mellow, balada cinta mendayu-dayu di era ketika-papa-mama-masih-sekolah-menengah, seorang ayah dari artis taun 90-an, Cindy Claudia Harahap (dulu suster gue suka nonton sinetronnya dia sambil marah-marah nyuruh gue makan), yak, tak lain dan tak bukan, sang biduan, Rinto Harahap!

YEAH.

pokonya kalo tiba-tiba lo ngerasa monang, sedih, stress, kangen, labil, sensitif, parno, galau daaaan segala perasaan tidak nyaman, selamat, lo kena rinto attack. penyebab rinto attack ini masih misteri, tak diketahui secara pasti tapi bisa jadi karena CRAP yang berlebihan. CRAP adalah Criticism Rejection Assholes and Pressure.

DOUBLE YEAH. (YEAH YEAHS)

efek sampingnya gak enak. mulai dari sedih berkepanjangan, lebay tak berkesudahan, males belajar, males mandi, males makan, males tidur, males gerak, males bangun(dan mungkin, mungkin lho ya, kalo udah akut banget jadi males idup. mungkin loh ya). tapi rinto attack tidak akan menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi, gangguan kehamilan dan janin.

TRIPLE YEAH. (YEAH YEAH YEAHS)

dan berubung sindrom ini dirasakan lebih sering oleh kami, anak perantau (temen-temen gue yang di jakarta jarang kena rinto attack), gue me-rename sindrom ini menjadi sebuah aliran, sebuah sekte bernama….

RANTAURINTOISME.

QUADRUPLE YEAH (YEAH YEAH YEAH YEAAAAAHS)

oke mari direcap. banyak istilah baru dalam postingan ini.

RINTO: perasaan monang, sedih, stress, kangen, labil, sensitif, parno, galau, daaaaan segala perasaan tidak nyaman lainnya.
CRAP: Criticism Rejection Assholes and Pressure –-disinyalir sebagai penyebab rinto
RINTO ATTACK: ketika tiba-tiba lo dilanda rinto. efek sampingnya macem-macem dan GAK enak.
RANTAURINTOISME: sebuah aliran ciptaan pelajar perantauan yang menderita rinto.

QUINTUPLE YEAH (YEAH YEAH YEAH YEAH YEAAAHSSSS)

hmm, kayanya gue bener-bener kena rinto attack.